A. TEKNOLOGI
INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) / INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGIES
(ICT)
Pengertian
TIK / ICT
ICT (Informatin and Communication Technologies) atau TIK (Teknologi
Informasi dan Komunikasi) adalah payung besar terminologi yang
mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan
informasi. ICT mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi
komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan
pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala
sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu
untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Peranan
ICT / TIK
Peningkatan
kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang
dibutukan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Secara tanpa kita
sadari, sebagian aktifitas yang dilakukan oleh manusia telah didukung oleh
Teknologi Informasi dan Komunikasi. Teknologi Informasi dan Komunikasi baik
secara langsung maupun tidak langsung telah mengubah cara kita hidup, cara kita
belajar, cara kita bekerja dan cara kita bermain. Beberapa penerapan dari
Teknologi Informasi dan Komunikasi antara lain dalam bidang bisnis, pendidikan,
dan kesehatan dan pemerintahan.
Penerapan
ICT pada bidang bisnis misalnya, ICT telah banyak digunakan untuk mendukung
proses bisnis yang terjadi pada perusahaan, baik bidang ekonomi maupun
perbankan. Dengan hadirnya aplikasi-aplikasi dan layanan e-bussiness,
e-commerce, e-banking dan lain-lain. Kebutuhan efisiensi waktu dan
biaya menyebabkan setiap pelaku bisnis merasa perlu menerapkan teknologi
informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi
menyebabkan perubahan bada kebiasaan kerja. Misalnya penerapan Enterprice
Resource Planning (ERP).
Penerapan
ICT pada bidang pendidikan telah memberikan kontribusi bagi perkembangan
teknologi pembelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari sering
dijumpai kombinasi teknologi audio/data, video/data, audio/video, dan internet.
Internet merupakan alat komunikasi yang murah dimana memungkinkan terjadinya
interaksi antara dua orang atau lebih. Kemampuan dan karakterisICT internet
memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (E-Learning)
menjadi ebih efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih
baik. Dengan hadirnya e-learning setiap siswa bisa mengakses
materi pembelajaran yang disediakan melalui situs. Siswa bisa berinteraksi
dengan guru atau dengan siswa lain tanpa harus harus hadir dikelas. Materi
pembelajaran online, membuat siapa saja bisa mengakses materi tersebut tanpa
dibatasi oleh jarak dan waktu.
Penerapan
ICT dalam bidang kesehatan telah mengubah pola juru medis untuk mengetahui
riwayat penyakit pasien, yaitu dengan sistem berbasis kartu cerdas (smart
card) dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien
yang datang ke rumah sakit karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat
mengetahui riwayat penyakit pasien. Digunakannya robot untuk membantu proses
operasi pembedahan serta penggunaan komputer hasil pencitraan tiga dimensi
untuk menunjukkan letak tumor dalam tubuh pasien.
Sedangkan
penerapan ICT dalam pemerintahan dikenal dengan istilah e-government. Tujuan
pemanfaatan ICT dalam pemerintahan adalah agar pelayanan kepada masyarakat
dalam lebih efisien. ICT juga dapat memberdayakan masyarakat karena dengan
adanya infrastruktur e-government akan lebih mudah dan lebih
cepat untuk mengakses informasi dari pemerintah. Selain itu, ICT dapat
mendukung pengelolaan pemerintahan yang lebih efisien, dan bisa meningkatkan
komunikasi antara pemerintah dengan sektor usaha dan industri.
Ada
tiga kata yang harus kita pahami sebelumnya, yaitu:
- Information (informasi) : hasil dari data yang diolah dan menerangkan sesuatu serta berguna bagi yang mengetahuinya.
- Communications (komunikasi) : pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara 2 pihak atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.
- Technology (teknologi) : kemampuan teknik yang berlandaskan pengetahuan ilmu eksakta yang berdasarkan proses teknis.
Dengan
demikian ICT merupakan teknologi yang dapat diandalkan untuk memberikan layanan
yang efektif dan efisien.
B.
PENGEMBANGAN
ORGANISASI
Perubahan
muncul sesuai dengan perkembangan pengembangan organisasi. Pengembangan
Organisasi (Organization Development) merupakan suatu pendekatan sistematik,
terpadu dan terencana untuk meningkatkan efektivitas organisasi serta
memecahkan masalah-masalah (seperti kurangnya kerja sama/koperasi,
desentralisasi yang berlebihan dan kurang cepatnya komunikasi dan sebagainya)
yang merintangi efisiensi pengoperasian pada semua tingkatan.
Pengembangan
Organisasi (PO) merupakan cara pendekatan terhadap perubahan yang berjangka
panjang dan lebih luas ruang lingkupnya dengan tujuan untuk menggerakkan
seluruh organisasi ke arah tingkat fungsional yang lebih tinggi. (Indrawijaya,
1989:203)
Metode dan Definisi dalam Pengembangan
Organisasi:
“Pengembangan
organisasi adalah suatu jawaban terhadap perubahan, suatu strategi pendidikan
yang kompleks yang diharapkan untuk merubah kepercayaan, sikap, dan nilai dan
susunan organisasi sehingga organisasi dapat lebih baik dalam menyesuaikan
dengan teknologi, pasar, dan tantangan yang baru serta perputaran yang cept
dari perubahan itu sendiri.” -Warren
G. Bennis
“Pengembangan
organisasi adalah usaha berencana meliputi organisasi keseluruhan yang diurusi
dari atas untuk meningkatkan efektivitas dan kesehatan organisasi melalui
pendekatan berencana dalam proses organisasi dengan memakai pengetahuan ilmu
perilaku.” -Richard
Beckhard
Ciri-ciri Pengembangan Organisasi
yang efektif :
1.
Strategi terencana
2.
Menekankan cara-cara baru m eningkatkan kinerja
3.
Mengandung nilai humanistic
4.
Menggunakan pendekatan komitmen
5.
Menggunakan pendekatan ilmiah
Karakteristik pengembangan organisasi
:
1. Perubahan
yang direncanakan
2. Perubahan
komprehensif
3. Perubahan
jangka panjang
4. Tekanan
pada kelompok-kelompok kerja
5. Partisipasi
pengantar perubahan
6. Manajemen
kolaboratif
7. Tekanan
pada intervensi dan riset kegiatan
Sejarah Pengembangan Organisasi
French
dan Bell menemukakan bahwa ”Pengembangan organisasi telah muncul dari ilmu
pengetahuan keperilakuan terapan dan psikologi sosial dan dari usaha-usaha yang
berurutan untuk menerapkan latihan laboratorium dan survei umpan balik ke dalam
berbagai sistem total”. Jadi, dapat dikatakan bahwa dua pendekatan pengembangan
organisasi adalah latihan laboratorium dan survei umpan balik. Hasil karya Kurt
Lewin merupakan peralatan bantu dalam kedua pendekatan tersebut.
Teknik
Pengembangan Organisasi
Untuk
melakukan pengembangan organisasi, maka diperlukan cara-cara atau teknik
tertentu. Ada berbagai teknik yang dirancang para ahli, dengan tujuan
meningkatkan kemampuan berkomunikasi serta bekerja secara efektif antar
individu maupun antar kelompok dalam organisasi. Beberapa teknik yang sering
digunakan berikut ini.
a.
Sensitivity Training, merupakan teknik pengembangan organisasi yang
pertama diperkenalkan dan yang paling sering digunakan. Teknik ini sering
disebut juga T-group atau training group, group disini berarti peserta terdiri
atas 6-10 orang, pemimpin kelompok membimbing peserta meningkatkan kepekaan
(sensitivity) terhadap orang lain, serta keterampilan dalam hubungan antar
pribadi.
b.
Team Building, adalah pendekatan yang bertujuan memperdalam
efektifitas serta kepuasaan tiap individu dalam kelompok kerjanya. Teknik team
building sangat membantu meningkatkan kerjasama dalam tim yang menangani
proyek.
c.
Survey Feedback, dalam teknik survey ini tiap peserta diminta
menjawab kuesioner yang dimaksud untuk mengukur persepsi serta sikap mereka (misalnya
persepsi tentang kepuasan kerja dan gaya kepemimpinan mereka). Hasil survey ini
diumpan balikkan pada setiap peserta, termasuk para penyelia dan manajer yang
terlibat. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan kuliah atau lokakarya yang
mengevaluasi hasil keseluruhan dan mengusulkan perbaikan-perbaikan konstruktif.
d.
Transcational Analysis (TA), teknik ini berkonsentrasi pada gaya komunikasi
antar individu. TA dimaksudkan untuk mengurangi kebiasaan komunikasi yang buruk
dan menyesatkan. Oleh sebab itu, teknik ini mengajarkan cara penyampaian pesan
yang jelas dan bertanggung jawab dengan wajar dan menyenangkan.
e.
Intergroup Activities, fokus dalam teknik intergroup activities adalah
peningkatan hubungan baik antar kelompok. Dimana ketergantungan antar kelompok
yang membentuk kesatuan organisasi dapat menimbulkan banyak masalah dalam
koordinasi. Karenanya, intergroup activities dirancang untuk meningkatkan
kerjasama atau pemecahan konflik yang mungkin timbul akibat saling
ketergantungan tersebut.
f.
Process Consultation, dalam process consultation konsultan pengembangan
organisasi mengamati komunikasi, pola pengambilan keputusan, gaya kepemimpinan,
kerjasama, dan pemecahan konflik dalam tiap unit organisasi. Kemudian konsultan
memberikan umpan balik pada semua pihak yang terlibat tentang proses yang telah
diamatinya, serta menganjurkan tindakan koreksi.
g.
Third-part Peacemaking, dalam menerapkan teknik ini, konsultan pengembangan
organisasi berperan sebagai pihak ketiga yang memanfaatkan berbagai cara
menengahi sengketa, serta berbagai teknik negosiasi untuk memecahkan persoalan
atau konflik antar individu dan kelompok.

Model Pengembangan Organisasi
Gambar 2.1
menunjukan model untuk pengelolaan OD. OD distimulir oleh kekuatan perubahan
yang berasal dari lingkungan eksternal maupun lingkungan internal. Kekuatan
perubahan mempengaruhi prestasi organisasi. Kesenjangan prestasi organisasi
dengan yang seharusnya dapat dicapai merupakan permasalahan yang harus
ditemukan penyebabnya. Keberadaan masalah merupakan bukti perlunya organisasi
melakukan perubahan dan pengembangan Penemuan jenis permasalahan dan
penyebabnya menuntun pada pemilihan metode metode pengembangan. Metode
pengembangan. Metode pengembangan yang dipilih harus sesuai dengan iklim
kepemimpinan, organisasi formal dan budaya organisasi. selanjutnya metode
pengembangan harus diimplementasikan pada saat dan ruang lingkup yang tepat.
Pada hal ini pengalaman masa lalu sangat
berguna. Tahap terakhir OD adalah evaluasi. Evaluasi bertujuan untuk
mengukur efektivitas dan efisiensi metode pengembangan dengan jalan
membandingkan biaya dengan hasil, dan hasil nyata dengan yang seharusnya.
C. ICT dalam Pengembangan Organisasi
Teknologi
informasi dan komunikasi muncul
sebagai akibat semakin merebaknya globalisasi dalam kehidupan organisasi. Teknologi dalam
organisasi memiliki peranan utama dalam mempelajari
sifat-sifat dari teknologi suatu organisasi dan hubungan teknologi terhadap struktur organisasi. Organisasi adalah
sebuah sistem terbuka, dan teknologi organisasi merupakan
cerminan dari kondisi lingkungan organisasi dan juga jenis kegiatan internal yang terjadi dalam organisasi.
Teknologi saat ini tidak bisa dipisahkan dari jalannya sebuahorganisasi. Karena
dengan keberadaan teknologi informasi, menjadi faktor penentu utamadari
keberhasilan organisasi (Gordon & Gordon, 2000). Thomson mengelompokan teknologi
organisasi menjadi 3 jenis, yang masing-masing menggambarkan
jenis hubungan yang terjadi dengan konsumen maupun jenis kegiatan internal yang terjadi dalam
organisasi, yaitu:
a) Teknologi Perantara (mediating technology) digunakan untuk menghubungkan beberapa klien yang satu sama lain
tidak dapat dihubungkan secara langsung.Misalnya jika hubungan langsung
tersebut memerlukan ongkos yang besar, ataupun karena
terlalu rumit untuk dilaksanakan
b) Teknologi Rangkaian Panjang (long-linked technology). Pada jenis teknologi ini 31 kegiatan organisasi terdiri dari
tahapan-tahapan kegiatan yang berurutan. Hasil darisuatu kegiatan menjadi output
bagi kegiatan berikutnya, berurutan, hingga akhirnya produk siap untuk digunakan oleh
konsumenc.
c) Teknologi intensif (intensitive technology).
Teknologi intensif merupakan kumpulan dari
beberapa jenis pelayanan khusus, yang keseluruhannya digabungkan untuk melayani
klien. Teknologi intensif umumnya digunakan pada kegiatan yang mempunyai akibat yang cukup berarti
pada klien sehingga klien mengalami perubahan.
Fungsi
Teknologi dalam Organisasi
Pemanfaatan
atau implementasi teknologi dalam kegiatan operasional organisasi akan memberikan dampak yang cukup
signifikan bukan hanya dari efisiensi kerja tetapi juga terhadap budaya kerja baik secara
personal, antar unit, maupun keseluruhan institusi.
Berdasarkan
struktur organisasi, pemanfaatan teknologi informasi diklasifikasikanmenjadi 3
kategori, yaitu:
§ Perbaikan
efisiensi : Pemanfaatan teknologi informasi untuk perbaikan efisiensi diterapkan pada level operasional
organisasi. Pada kategori ini, pemanfaatan teknologi
informasi diukur dengan penurunan waktu dan biaya proses.
§ Perbaikan
efektivitas : Pemanfaatan teknologi informasi untuk perbaikan efektifitas diterapkan pada level manajerial
organisasi. Pada kategori ini, pemanfaatan teknologi
informasi diukur dengan kemudaan dan kecepatan memperoleh status pencapaian target organisasi.
§ Strategic
Improvement :
Pemanfaatan teknologi informasi untuk strategic improvement
(perbaikan daya saing) diterapkan pada level eksekutif organisasi. Pada kategori ini, pemanfaatan teknologi
informasi diukur dengan kemudahan dan ketepatan
pengambilan keputusan oleh eksekutif.
Menurut
G.R. Terry, terdapat 5 peranan mendasar teknologi informasi di
sebuahorganisasi, yaitu:
v Fungsi
Operasional : membuat struktur organisasi menjadi lebih ramping, karena telah diambil alih fungsinya oleh
teknologi informasi. Karena sifat penggunaannya yang
menyebar di seluruh fungsi organisasi, unit terkait dengan manajemen teknologi informasi akan menjalankan
fungsinya sebagai supporting
agency dimana teknologi
informasi dianggap sebagai sebuah firm
infrastructure
v Fungsi Monitoring and Control :
keberadaan teknologi informasi akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan
aktivitas di level manajerial embedded
di dalam setiap fungsi
manajer, sehingga struktur organisasi unit terkait dengannya harus dapat memiliki span of control atau peer relationship yang memungkinkan terjadinya interaksi efektif dengan para
pimpinan di organisasi terkait.
v Fungsi Planning and Decision : keberadaan teknologi informasi
dianggap sebagai enabler dari rencana organisasi dan merupakan
sebuah knowledge generator bagi para
pimpinan organisasi yang dihadapkan pada realitas untuk mengambil sejumlah keputusan penting sehari-harinya.
Tidak jarang organisasi yang pada akhirnya memilih
menempatkan unit teknologi informasi sebagai bagian dari fungsi perencanaan dan/atau pengembangan
korporat karena fungsi strategis tersebut.
v Fungsi Communication : secara prinsip termasuk ke dalam firm infrastructure dalam era
organisasi modern dimana teknologi informasi ditempatkan posisinya sebagai sarana atau media individu organisasi
dalam berkomunikasi, berkolaborasi, berkooperasi,
dan berinteraksi.
v Fungsi
Interorganisational : merupakan sebuah peranan yang cukup unik karenadipicu
oleh semangat globalisasi yang memaksa perusahaan untuk melakukankolaborasi
atau menjalin kemitraan dengan sejumlah organisasi lain.
Produk
dan Fasilitas yang disediakan Teknologi dalam Organiasasi
Produk yang dihasilkan teknologi dalam
organisasi lebih cenderung kepada produk layanan
jasa, yang dimana produk layanan jasa tersebut menjadi fasilitas dari
teknologi yang diterapkan
pada sebuah organisasi. Layanan jasa tersebut antara lain :
·
Electronic
Data Processing Systems (EDP)
: merupakan penggunaan teknologi komputer
untuk menyelenggarakan pemrosesan data yang berorientasi pada transaksi organisasi. Sistem ini
digunakan untuk mengolah data transaksi yang sifatnya
rutin (sehari-hari).
·
Management
Information System (MIS)
: merupakan penggunaan teknologi komputer
untuk menyediakan informasi yang berorientasi pada manajemen level menengah. Para pemimpin dalam suatu
organisasi membutuhkan informasi dalam
rangka pengambilan keputusan, dan sistem informasi berbasis komputer dapat membantu penyediaan informasi
bagi para pemimpin organisasi.
·
Decision
Support System (DSS) : merupakan sistem informasi
yang datanya diproses
dalam bentuk pembuatan keputusan bagi pemakai akhir. DSS dapat digunakan untuk menganalisis kondisi
pasar sekarang atau pasar potensial. DSS juga dapat membantu
manajemen dalam pengambilan keputusan.
·
Expert
System (ES)
: merupakan sistem informasi yang berbasis pada pengetahuan
yang menggunakan pengetahuan tentang bidang aplikasi khusus untuk menjalankan kegiatan sebagai
konsultan ahli bagi pemakai akhir. Jika
DSS membantu manajemen dalam rangka
pengambilan keputusan, maka ES membuat keputusan
tersebut.
·
Executive
Information Systems (EIS) : merupakan
suatu sistem informasi yang berkaitan dengan
kebutuhan manajemen puncak mengenai informasi strategik dalam proses pengambilan keputusan strategik.
·
Accounting Information System (AIS) : merupakan sebuah sistem yang
menyediakan informasi
bersifat keuangan dan non keuangan bagi para pengambil keputusan. (Bodnar, 1998)
Kompleksitas
Teknologi dalam Organisasi
Dengan diterapkannya teknologi dalam organisasi,
terdapat berbagai dampak bagi organisasi,
diantaranya teknologi informasi dapat membawa sejumlah perubahan seperti struktur hirarki organisasi menjadi
semakin melebar atau flat, kewenangan yang cenderung terdesentralisasi, perubahan struktur
kekuasaan yang cenderung terdistribusi, perubahan dalam job content, dan perubahan
manajemen sumber daya manusia dalam organisasi, serta membantu manajer dalam pembuatan
keputusan.
Selain dampak-dampak yang telah disebutkan
diatas, masih terdapat pengaruh-pengaruh lain yang disebabkan oleh
diterapkannya teknologi dalam organisasi. Pengaruh positifnya antara lain :
a. Sebagai
media untuk menganalisis kondisi pasar.
b. Sebagai
media untuk mengawasi kinerja organisasi.
c. Sebagai
media untuk meningkatkan kualitas informasi.
d. Penghematan
biaya, waktu, dan peningkatan produktivitas.
e. Sebagai
media untuk mengolah
data dengan cepat dan akurat.
f.
Untuk membantu aktivitas manajemen sumbar
daya manusia.
g. Untuk
membantu memperbaiki pelayanan pada pelanggan, maupun anggota dan pengurus organisasi itu sendiri.
h. Untuk
membantu aktivitas manajemen dan pelayanan administratif, seperti E-mail, Voice Mail, Word Processing,
Database Management Syste, Social Media.
i.
Sebagai pembuat, pengerat, pemelihara, dan
penjaga hubungan komunikasi antaranggota, pengurus organisasi, pimpinan
organisasi, pihak organisasi lain, dan masyarakat
luas.Selain menghasilkan pengaruh positif, penerapan teknologi dalam organisasi
juga dapat menimbulkan beberapa pengaruh
negatif bagi organisasi, seperti :
·
Besarnya kemungkinan untuk aksi
penyalahgunaan teknologi informasi.
·
Mengurangi sifat sosial manusia, karena
cenderung lebih suka berhubungan lewat
media sosial daripada bertemu langsung.
·
Besarnya kemungkinan terjadi pada diri
individu ketidakpuasan kerja, dehumanisasi
dan dampak psikologis, dan information
anxiety.
·
Tingginya kemungkinan masalah resistance to change. Masalah ini
harus dihilangkan karena hal ini dapat
mengakibatkan menurunnya produktivitas, meningkatkan
angka absensi, dan mengurangi motivasi atau pemogokan kerja (Gordon, 1993). Untuk mencegah kondisi yang tidak
diinginkan, Gordon menyarankan agar :
1. Anggota
organisasi dilibatkan dalam pelaksanaan tugas tertentu dan menciptakan lingkungan yang mendukung
kualitas anggota organisasi. Selain itu perlu
memberikan kesadaran pada anggota organisasi bahwa penggunaan teknologi informasi dapat memberikan
manfaat dalam jangka panjang dan menunjukkan
kelemahan sistem lama.
2. Untuk
mengurangi resistance
to change terhadap
perubahan implementasi teknologi
informasi, hal-hal yang dapat dilakukan menurut Gordon antara lain adalah : communication, educational program,
evolusional change, employee involment,
new policies and procedures, staff change, temporary structure dan steering
committee.
3. Anggota
organisasi perlu mendapatkan tambahan pendidikan dan pelatihan serta pemberian ketrampilan-ketrampilan
yang relevan, untuk dapat memiliki keahlian dan
kemampuan tentang teknologi informasi.
4. Tetap
menjaga keamanan. Misalnya dengan menyimpan komputer pada tempat yang aman, hanya boleh digunakan oleh
orang-orang tertentu yang berkepentingan,
penggunaan password,
dan pembuatan access
control matrix.
5. Sebelum
pihak manajemen organisasi mengimplementasikan teknologi informasi yang baru, mereka harus
mempertimbangkan besarnya biaya yang diperlukan dan
manfaat yang akan diperoleh (cost – benefit analysis). Teknologi
informasi dan komunikasi akan
diterapkan apabila manfaat yang diperoleh dengan menggunakan teknologi informasi lebih besar daripada biaya
yang dikeluarkan untuk mengimplementasikan
teknologi informasi. Hal ini disebut juga sebagai value
ofinformation technology.
.
KESIMPULAN
Pengembangan organisasi dengan dukungan ICT (information and communication technologies).
Dalam pengembangan organisasi di era globalisasi ini, mencakup persoalan
ICT/TIK itu sendiri. Teknologi organisasi merupakan cerminan dari kondisi
lingkungan organisasi dan juga jenis kegiatan internal yang terjadi dalam organisasi atau perusahaan. Teknologi saat ini
tidak bisa dipisahkan dari jalannya sebuah organisasi.
Karena dengan keberadaan teknologi informasi, menjadi faktor penentu utama dari keberhasilan organisasi (Gordon
& Gordon, 2000).
Terdapat
beberapa teknologi organisasi, dan teknologi tersebut sudah pasti memiliki
fungsi. Adapun produk dan fasilitas yang disediakan teknologi dalam organisasi
demi mencapai suatu organisasi yang sesuai dengan era sekarang atau era modern.
Semua
kegiatan di era globalisasi sudah mencakup dengan teknologi informasi dan
komunikasi (TIK), akan tetapi jika dibandingkan dengan negara-negara terdahulu,
negara kita masih tertinggal jauh. Dengan demikian, Indonesia perlu mengintegritaskan
teknologi-teknologi yang sudah ada sekarang, agar negara Indonesia tidak
tertinggal jauh oleh negara-negara pendahulu.